Denpasar – Indonesia resmi bergabung sebagai anggota pendiri World Artificial Intelligence Cooperation Organization (WAICO), sebuah organisasi global yang dibentuk untuk memperkuat kerja sama internasional di bidang kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI).
Keikutsertaan Indonesia ditandai dengan penandatanganan dokumen pendirian WAICO oleh Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto. Langkah ini menegaskan komitmen Indonesia dalam mendorong pengembangan dan pemanfaatan teknologi AI secara kolaboratif di tingkat global.
WAICO dibentuk sebagai wadah kerja sama internasional untuk mempercepat inovasi, pertukaran pengetahuan, penyusunan standar, serta pengembangan ekosistem kecerdasan buatan yang aman, inklusif, dan berkelanjutan. Organisasi ini diharapkan dapat memperkuat sinergi antarnegara dalam menghadapi tantangan dan memanfaatkan peluang dari perkembangan teknologi AI.
Bergabungnya Indonesia sebagai anggota pendiri dinilai sebagai langkah strategis untuk meningkatkan daya saing nasional di era transformasi digital. Keanggotaan ini juga membuka peluang bagi Indonesia untuk berpartisipasi dalam penyusunan kebijakan global, memperluas kerja sama riset dan pengembangan, serta mendorong investasi di sektor teknologi berbasis AI.
Pemerintah menilai kecerdasan buatan akan menjadi salah satu pilar utama pertumbuhan ekonomi di masa depan. Oleh karena itu, kolaborasi internasional melalui WAICO diharapkan mampu mempercepat pengembangan talenta digital, memperkuat inovasi industri, serta meningkatkan pemanfaatan AI di berbagai sektor, mulai dari manufaktur, kesehatan, pendidikan, hingga layanan publik.
Dengan bergabung sebagai anggota pendiri WAICO, Indonesia semakin mempertegas posisinya sebagai salah satu negara yang aktif mendukung pengembangan teknologi kecerdasan buatan di tingkat global sekaligus memperkuat transformasi menuju ekonomi digital yang inovatif dan berdaya saing.




