Sumbawa – Guna mematangkan persiapan Program Hilirisasi Ayam Terintegrasi (HAT) yang mulai bergulir tahun ini, Kementerian Pertanian melalui Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan menggelar Bimbingan Teknis (Bimtek) Peningkatan Kapasitas SDM Puskeswan. Kegiatan yang berlangsung selama dua hari, 27–28 Agustus 2026, ini dipusatkan di Aula Kantor Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Kabupaten Sumbawa dan diikuti oleh jajaran petugas Pusat Kesehatan Hewan (Puskeswan) dari Kabupaten Sumbawa serta Kabupaten Bima.
Acara dibuka secara daring oleh Direktur Kesehatan Hewan Ditjen PKH Kementan RI, Drh. Hendra Wibawa, M.Si, PhD. Dalam arahannya, beliau menekankan pentingnya kesiapan para petugas lapangan dalam mengawal program strategis nasional ini agar berjalan optimal. Sementara itu, Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Kabupaten Sumbawa menyambut hangat kedatangan para peserta dan mengapresiasi penunjukkan wilayahnya sebagai salah satu titik krusial pengembangan ekosistem peternakan terpadu.
Ketua Tim Pelaksana Kegiatan yang juga Kapoksi Kelembagaan dan Sumberdaya Kesehatan Hewan Direktorat Kesehatan Hewan, Drh. Baiq Yunita Arisandi, M.Sc., menjelaskan bahwa peningkatan kompetensi SDM di tingkat tapak merupakan kunci utama keberhasilan hilirisasi. Petugas Puskeswan di kawasan sasaran dituntut memiliki pemahaman mendalam serta keahlian teknis yang memadai untuk mengantisipasi berbagai tantangan kesehatan hewan di lapangan.FORHATI Nasional-KOHATI HMI Mataram Salurkan Bantuan untuk Warga Terdampak Kebakaran di Sade
Selama dua hari pelatihan, para peserta membekali diri dengan materi komprehensif terkait kesehatan unggas, penerapan biosecurity, deteksi dini penyakit, hingga respon cepat penanganan wabah. Pelatihan teknis ini juga mencakup tata cara pengambilan sampel yang presisi, pelaksanaan surveilans yang ketat, serta strategi komunikasi risiko kepada masyarakat pengembang dan peternak lokal.
Untuk memastikan kualitas materi, Bimtek ini menghadirkan jajaran narasumber pakar dari Direktorat Kesehatan Hewan Ditjen PKH serta tim ahli dari Balai Besar Veteriner (BBVet) Denpasar. Para pakar membagikan pembaruan ilmu pengetahuan dan standar operasional penanganan kesehatan unggas terkini yang relevan dengan kebutuhan industri hilirisasi modern.
Melalui Bimtek ini, pemerintah berharap para petugas Puskeswan di Kabupaten Sumbawa dan Bima siap mengawal seluruh tahapan Program HAT sejak dini. Dengan kapasitas SDM yang mumpuni, program hilirisasi ini diproyeksikan dapat berjalan sesuai rencana, meminimalkan risiko penyakit unggas, dan berhasil mencapai target peningkatan kesejahteraan masyarakat peternak di Nusa Tenggara Barat.***




